.quickedit{display:none;}
Apa yang ada di pikiran Anda saat membaca istilah di atas? Sudahkah kalian menangkap maksudnya? Atau mungkin baru mengenalnya sekali ini? Baik, sebagai awalan, akan kita bahas istilah yang menjadi tema di catatan ini.
Jika diartikan secara harfiah, Young berarti anak muda; Techno adalah teknologi; sementara Creator merujuk pada kata penemu, ilmuwan. Maka secara keseluruhan makna dari istilah tersebut pun tidak jauh dari artian tiap katanya, yakni: ilmuwan muda yang berhasil menemukan teknologi. Jangan mengartikan ilmuwan sebagai seseorang yang selalu berkutat pada laboratorium, kaku, atau mungkin tidak seru. Dimensi waktu telah mengubah pendapat itu. Sementara teknologi yang dimaksud disini tentu saja bersifat sangat luas, bisa mencangkup software, hardware, robotic, mesin, dan bahkan hal sederhana yang bermanfaat. Karena pada prinsipnya teknologi dapat mempermudah kehidupan manusia.
Dua puluh sampai sepuluh tahun yang lalu adalah mustahil jika anak muda mampu menciptakan sesuatu, apalagi sampai hal rumit yang berjudul teknologi. Seperti kita tahu, teknologi memang memudahkan kehidupan manusia, namun tentu tidak mudah menciptanya. Apalagi bagi anak muda yang dianggap belum matang atau mumpuni di bidang ini.
                
Namun tidak untuk hari ini. Ketika jaman berkembang begitu cepat dan setiap orang berlomba-lomba untuk menemukan kemudahan demi kemudahan bagi hidupnya. Lalu mulai muncul anak-anak muda dengan ide-ide luar biasanya yang berhasil membuktikan kepada dunia kemampuan dan kapabilitas yang mereka miliki. Lebih mengejutkannya lagi, adalah fakta bahwa mereka tidak selalu datang dari kursus komputer terkenal, universitas bonafit, atau mungkin bergaul dengan tim-tim kreator yang sudah tidak perlu diragukan lagi pengalamannya. Sebagian bisa jadi memulai mimpinya dari hal yang sederhana, dan dari tempat yang sederhana pula. Ini tentu menghapus stigma bahwa sukses selalu berasal dari hal yang besar.
              
Lalu kenapa kita perlu menciptakan teknologi? Dan kenapa anak muda Indonesia harus menjadi Young Techno Creator? Ada beberapa alasan yang menjawab pertanyaan di atas.

1. Melimpahnya jumlah penduduk usia muda 
              Fakta bahwa jumlah penduduk Indonesia hingga 5 tahun ke depan terpusat pada penduduk usia 16-64 tahun merupakan sesuatu potensi yang harus kita maksimalkan. Ini berarti ada puluhan juta ide kreatif yang tersebar di hampir di dua ratus juta kilometer persegi luas wilayah Indonesia. Fakta di atas sekaligus membuktikan prospek sumber daya manusia yang luar biasa bagi para Young Techno Creator.

2. Pangsa pasar yang besar 
             Pertumbuhan ekonomi Indonesia memang semakin baik di tiap tahunnya. Ini tidak lain karena besarnya sokongan sektor konsumsi. Negeri ini rakyatnya 'hobi' belanja. Tapi sayangnya, pemenuhan kebutuhan dalam negeri yang berkaitan dengan teknologi, misalnya gadget sangat tidak mencukupi harapan pasar. Karena itu, orang-orang rajin berbondong-bondong belanja gadget ke luar negeri. Sehingga uang hasil keringat kita mengalir dengan mudahnya ke negera tetangga. Padahal, jika kita mau sedikit saja berusaha untuk merealisasikan ide kita jadi sesuatu yang nyata, perputaran uang akan terus terjadi di dalam negeri, bahkan jika bisa menyentuh pasar luar negeri, dapat kembali Selanjutnya tinggal kita bayangkan, berapa besarnya pertumbuhan ekonomi negeri ini? Negeri ini memang butuh para Creator!

3. Alih fungsi tenaga manusia 
                Ubah paradigma bahwa dengan teknologi akan menimbulkan pengangguran yang berakibat menurunnya kesejahteraan sosial. Teknologi justru membantu meringankan pekerjaan manusia, sehingga manusia dapat menggunakan sisa waktunya untuk melakukan hal positif lainnya, misalnya berpikir dan menemukan ide baru.Lalu bagaimana dengan pengangguran akibat alih teknologi? Nah itulah gunanya pendidikan! Dukung pemerintah dalam melaksanakan kebijakan Wajib Belajar 9 tahun dan program BLK.
           
              Setelah mengetahui alasan kenapa anak muda Indonesia harus mencipatakan teknologi, pasti banyak yang bertanya-tanya bagaimana cara menjadi Young Techno Creator. Memang, manusia memiliki kecenderungan untuk sulit dalam memulai berbagai hal, apalagi jika hal itu benar-benar baru baginya. Namun semoga hal itu tidak menyurutkan langkah kita untuk memulai mencipta perubahan.
Berikut adalah sedikit tips untuk menjadi Young Techno Creator. Here we go:

1. Tentukan passionmu 
              Setiap pribadi tentu memiliki minat, hobi, dan cita-cita yang berbeda. Sebelum memulai, terlebih dahulu kamu harus menentukan passion, karena hal tersebut akan berkorelasi dengan teknologi seperti apa yang akan kamu ciptakan. Selama mampu, kamu juga bisa menggabungkan lebih dari satu passion yang kamu miliki, misalnya main game dan sepakbola.

2. Catat semua ide yang mampir di kepalamu 
           Sebenarnya, ada banyak ide yang berserakan di sekitar kita. Seringkali mereka menunggu untuk kita temukan. Berhenti sejenak lalu temukan ide-ide tersebut. Jangan lupa untuk mencatatnya. Mereka jarang sekali mampir dua kali.

3. Mulai dari hal yang sederhana 
            Dari begitu banyak deretan ide yang berkombinasi dengan mimpi dan khayalan, mulailah memilih satu yang sederhana. Kuatkan dulu pondasinya, begitu kata orang bijak. Misalnya kamu ingin membangun robot yang bisa membangun rumah, pastikan kamu tahu perbedaan sisi baterai positif dan negatif. Nikmati saja prosesnya dan temukan berbagai keajaiban ciptaan Tuhan.

4.Take an action mulai dari sekarang!
              membuat berbagai alasan penundaan. Segera lakukan apa yang seharusnya kamu lakukan. Orang sukses dilihat dari apa yang dikerjakannya, bukan dari apa yang dibualnya.

Selamat beraksi. Selamat menciptakan perubahan positif bagi negeri ini. Be Brave Young Techno Creator! 
Sumber : I tech
Reaksi Anda:
Posted by Dini Nuraini On 19.00 No comments

0 komentar:

Posting Komentar

  • RSS
  • Delicious
  • Digg
  • Facebook
  • Twitter
  • Linkedin
  • Youtube

Kata Mutiara Hari Ini

Successful people are not gifted; they just work hard, then succeed on purpose

-GK Nielson-

Visitors

Subscribe

Enter your email address:

Delivered by FeedBurner

Twitter Share

Translator

    My Followers

    Contact Person

    Email : Dini Nuraini
    Twitter : @dininurainii
    Facebook : Dini Nuraini